Di dalam bahasa
Indonesia, kita tak jarang menemukan pergeseran makna di dalam kata. Pergeseran
makna kata dalam bahasa Indonesia dapat berupa pemekaran atau pergeseran makna
kosa kata. Pergeseran makna ini biasanya terjadi sesuai dengan perkembangan
zaman dan juga pengguna bahasa.
Faktor
penyebab perubahan makna kata :
1.
Ilmu dan teknologi
2. Sosial dan budaya
3. Perbedaan bidang pemakaian
4. Adanya asosiasi
5. Pertukaran tanggapan indera
6. Perbedaan tanggapan
7. Adanya penyingkatan
8. Proses gramatikal
9. Pengembangan istilah
2. Sosial dan budaya
3. Perbedaan bidang pemakaian
4. Adanya asosiasi
5. Pertukaran tanggapan indera
6. Perbedaan tanggapan
7. Adanya penyingkatan
8. Proses gramatikal
9. Pengembangan istilah
Berikut beberapa jenis
pergeseran makna:
1.
Menyempit(Spesialisasi)
Kata
yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi
penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.
Contoh:
Pembantu
Makna kata pembantu yang terdahulu merupakan setiap orang yang meringankan urusan orang, sekarang hanya menjadi orang yang membantu urusan rumah tangga.
Karena pekerjaan rumah yang sangat banyak, Ibu menangkat
seorang pembantu di rumah.
2.
Meluas(Generalisasi)
Penggunaannya
berlawanan dengan spesialisasi.
Contoh:
Kepala
Makna kata kepala yang dahulu hanya berarti anggota tubuh , kini maknanya meluas menjadi pemimpin atau ketua dari sebuah kelompok atau instansi.
Kepala
Makna kata kepala yang dahulu hanya berarti anggota tubuh , kini maknanya meluas menjadi pemimpin atau ketua dari sebuah kelompok atau instansi.
Ayah
Rina memiliki jabatan sebagai Kepala Manajer di Perusahaan JAYA PERMAI
3.
Amelioratif
Kata
ini awalnya mempunyai makna yang kurang baik ataupun kurang sopan namun pada
akhirnya makna tersebut berubah menjadi lebih sopan dan halus.
Contoh
Buta
Kata buta setelah mengalami ameliorasi menjadi Tuna netra, yaitu orang yang tidak bisa
Kata buta setelah mengalami ameliorasi menjadi Tuna netra, yaitu orang yang tidak bisa
Melihat sama sekali.
Para penyandang tuna netra membaca dengan menggunakan huruf
braille.
4.
Peyoratif
Berlawanan
dengan ameliorative, yaitu mengali
pergeseran makna menjadi kurang baik atau kurang sopan.
Contoh:
Sekumpulan
Sekumpulan
merupakan kata yang mewakili beberapa orang yang sedang bersama di suatu tempat
dan di peyoratifkan menjadi segerombolan.
Saya
merasa takut ketika melewati segerombolan anak nakal itu.
5.
Asosiasi
Asosiasi adalah perubahan makna kata yang terjadi karena
persamaan sifat. Asosiasi disebabkan oleh adanya perbedaan penggunaan kata pada
suatu masyarakat.
Cohtoh:
Kursi
Kata kursi berarti tempat duduk. Berdasarkan
sifat ini, kata kursi dipakai untuk menyatakan makna jabatan, kedudukan,
atau posisi.
Kursi itu menjadi rebutan para
anggota dewan.
6.
Sinestesia
Perubahan makna kata akibat pertukaran tanggapan antara dua
indra yang berlainan.
Contoh:
Kata-kata yang diucapkan
sungguh pedas.
Kata pedas sebenarnya yang merasakan
adalah indra pengecap (lidah) dengan makna tajam. Kata pedas dalam kalimat
tersebut yang merasakan indra pendengar (telinga) dengan makna sangat
menyakitkan hati.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar