NPM

KELAS : 4KA07
NPM : 10113329

Sabtu, 09 Januari 2016

Pergeseran Makna

Di dalam bahasa Indonesia, kita tak jarang menemukan pergeseran makna di dalam kata.  Pergeseran makna kata dalam bahasa Indonesia dapat berupa pemekaran atau pergeseran makna kosa kata. Pergeseran makna ini biasanya terjadi sesuai dengan perkembangan zaman dan juga pengguna bahasa.

Faktor penyebab perubahan makna kata :
1.    Ilmu dan teknologi
2.    Sosial dan budaya
3.    Perbedaan bidang pemakaian
4.    Adanya asosiasi
5.    Pertukaran tanggapan indera
6.    Perbedaan tanggapan
7.    Adanya penyingkatan
8.    Proses gramatikal
9.    Pengembangan istilah



Berikut beberapa jenis pergeseran makna:

1.      Menyempit(Spesialisasi)

Kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.

Contoh:

Pembantu

Makna kata pembantu yang terdahulu merupakan setiap orang yang meringankan urusan orang, sekarang hanya menjadi orang yang membantu urusan rumah tangga.

Karena pekerjaan rumah yang sangat banyak, Ibu menangkat seorang pembantu di rumah.

2.      Meluas(Generalisasi)

Penggunaannya berlawanan dengan spesialisasi.

Contoh:

Kepala

Makna kata kepala yang dahulu hanya berarti anggota tubuh , kini maknanya meluas menjadi pemimpin atau ketua dari sebuah kelompok atau instansi.

Ayah Rina memiliki jabatan sebagai Kepala Manajer di Perusahaan JAYA PERMAI

3.      Amelioratif

Kata ini awalnya mempunyai makna yang kurang baik ataupun kurang sopan namun pada akhirnya makna tersebut berubah menjadi lebih sopan dan halus.

Contoh

Buta

Kata buta setelah mengalami ameliorasi menjadi Tuna netra, yaitu orang yang tidak bisa
Melihat sama sekali.

Para penyandang tuna netra membaca dengan menggunakan huruf braille.

4.      Peyoratif

Berlawanan dengan ameliorative,  yaitu mengali pergeseran makna menjadi kurang baik atau kurang sopan.

Contoh:

Sekumpulan

Sekumpulan merupakan kata yang mewakili beberapa orang yang sedang bersama di suatu tempat dan di peyoratifkan menjadi segerombolan.

Saya merasa takut ketika melewati segerombolan anak nakal itu.


5.      Asosiasi

Asosiasi adalah perubahan makna kata yang terjadi karena persamaan sifat. Asosiasi disebabkan oleh adanya perbedaan penggunaan kata pada suatu masyarakat.

Cohtoh:

Kursi

Kata kursi berarti tempat duduk. Berdasarkan sifat ini, kata kursi dipakai untuk menyatakan makna  jabatan, kedudukan, atau posisi.

Kursi itu menjadi rebutan para anggota dewan.


6.      Sinestesia

Perubahan makna kata akibat pertukaran tanggapan antara dua indra yang berlainan.

Contoh:

Kata-kata yang diucapkan sungguh pedas.


Kata pedas sebenarnya yang merasakan adalah indra pengecap (lidah) dengan makna tajam. Kata pedas dalam kalimat tersebut yang merasakan indra pendengar (telinga) dengan makna sangat menyakitkan hati.




Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar